Potensi Unggulan Daerah
POTENSI UNGGULAN DAERAH
1) Industri
Pembangunan sektor industri di Kabupaten Purworejo bertujuan untuk menumbuhkembangkan industri kecil dan industri rumah tangga, meningkatkan peran industri kecil dan menengah dalam memperdayakan ekonomi kerakyatan, dan memperkuat penguasaan teknologi peralatan dalam upaya pencapaian akses pasar dan penguasaan modal.
Berdasarkan perhitungan PDRB Kabupaten Purworejo Tahun 2007, kegiatan sektor industri mencapai 469.153 milyar rupiah atau 10,07% dari seluruh kegiatan di Kabupaten Purworejo. Dilihat dari Peningkatan yang dicapai relatif cukup besar yaitu sebesar 22,54% dari tahun 2006. Tahun 2005 PDRB Kabupaten Purworejo dari sektor industri mencapai 342.882 milyar rupiah dan meningkat 11,65% menjadi 382,842 milyar rupiah di tahun 2006. Pendukung utama di sektor industri adalah dari industri makanan minuman dan tembakau yang mencapai 268,88 milyar rupiah di tahun 2007 atau sebesar 5,77% dari PDRB Kabupatemn.
Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Purworejo
Sektor Industri atas Harga Berlaku
Tahun 2003-2007 (dlm jutaan rupiah)
|
Lapangan Usaha |
2003 |
2004 |
2005 |
2006 |
2007 |
|||||
|
Rp |
% |
Rp |
% |
Rp |
% |
Rp |
% |
Rp |
% |
|
|
Industri Pengolahan |
232.113,86 |
8.73 |
262.330,01 |
9.06 |
342,882.81 |
9.96 |
382,842.02 |
9.35 |
469,153.11 |
10.07 |
|
Makanan Minuman dan Tembakau |
74.993,80 |
2.82 |
85.766,97 |
2.96 |
184,834.17 |
5.36 |
203,997.05 |
4.98 |
268,888.48 |
5.77 |
|
Tekstil Barang Kulit dan Alas Kali |
10.137,27 |
0.38 |
12.077,93 |
0.42 |
8,479.07 |
0.25 |
9,755.90 |
0.24 |
10,253.00 |
0.22 |
|
Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya |
122.863,96 |
4.62 |
135.154,70 |
4.67 |
122,904.52 |
3.57 |
138,205.41 |
3.38 |
157,090.83 |
3.37 |
|
Kertas dan Barang Cetakan |
2.959,03 |
0.11 |
3.150,98 |
0.11 |
3,376.81 |
0.10 |
4,248.11 |
0.10 |
4,848.01 |
0.10 |
|
Pupuk Kimia dan Barang dari Karet |
3.659,92 |
0.14 |
5.288,10 |
0.18 |
3,606.27 |
0.10 |
4,298.67 |
0.10 |
4,584.45 |
0.10 |
|
Semen dan Bahan Galian bukan Logam |
13.515,25 |
0.51 |
14.194,09 |
0.49 |
14,092.92 |
0.41 |
15,847.07 |
0.38 |
17,016.19 |
0.37 |
|
Logam Dasar, Besi dan Baja |
0 |
0.00 |
0 |
0.00 |
0 |
0.00 |
0 |
0.00 |
0 |
0.00 |
|
Alat Angkutan, Mesin dan Peralatannya |
3.294,41 |
0.51 |
5.939,48 |
0.21 |
5,310.07 |
0.15 |
6,141.83 |
0.15 |
5,876.82 |
0.13 |
|
Barang Lainnya |
690,22 |
0.03 |
757,76 |
0.03 |
478.98 |
0.01 |
547.98 |
0.01 |
594.33 |
0.01 |
|
Laju Pertumbuhan |
10.84 |
13.02 |
20.83 |
11.65 |
|
|||||
Sumber: PDRB Kab. Purworejo berbagai tahun terbitan (diolah)
2) Sarana Perdagangan
Pembangunan sektor perdagangan bertujuan untuk memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah, penyediaan sarana dan prasarana pemasaran, pengembangan usaha dasar sebagai penyangga sumber pendapatan asli daerah, meningkatkan pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa dalam rangka perlindungan konsumen.
Pada tahun 2008, sarana perdagangan di Kabupaten Purworejo berupa pasar tradisional dan pasar lokal. Pasar tradisional berjumlah 27 buah, sedangkan pasar lokal berjumlah 29 buah.
3) Pariwisata
Jumlah Obyek Wisata di Kabupaten Purworejo dalam kurun waktu tahun 2003-2008 tidak mengalami perubahan. Objek wisata alam berjumlah 8 buah dan objek wisata buatan berjumlah 4 buah. Kabupaten Purworejo tahun 2001 memiliki hotel non berbintang sebanyak 14 buah mengalami penurunan menjadi 13 buah di tahun 2006. Wisatawan yang datang di Kabupaten Purworejo hanya wisatawan domestik dan tiap tahun rata-rata mengalami penurunan sebesar 3,13%. Jumlah situs bersejarah dikabupaten Purworejo dari tahun 2001-2005 berjumlah 15 buah dan tahun 2006 ditemukan situs sejarah baru menjadi 21 buah.
4) Hasil Pertanian
Kabupaten Purworejo adalah daerah agraris karena sebagian besar penggunaan lahannya adalah pertanian, begitu pula mata pencaharian penduduk sebagian besar sebagai petani.
Luas lahan pertanian Kabupaten Purworejo sebagian besar adalah sawah berpengairan non teknis dan tadah hujan, hanya sebagian kecil yang berpengairan teknis.
Padi
Luas areal produksi padi dalam kurun waktu tahun 2003-2007 berturut-turut 48.876, 48.999, 49.654, 52.031, dan 52.431 ha, atau tiap tahun naik rata-rata 1,79%. Jumlah produksi padi dalam kurun waktu tersebut adalah 225.631, 257.918, 280.699, 280.463, 291.158 ton atau tiap tahun naikrata-rata 6,72%.
Proporsi kebutuhan beras dan ketersediaan beras di Kabupaten Purworejo sejak tahun 2001 adalah kebutuhan beras lebih kecil dibandingkan ketersediaannya. Hal ini berarti Kabupaten Purworejo selama tahun tersebut surplus beras. Sehubungan dengan hal tersebut untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bahan pangan dan ketersediaannya maka di tahun yang akan datang memerlukan langkah untuk intensifikasi pertanian.
Jagung
Luas areal produksi jagung dalam kurun waktu tahun 2003-2007 berturut-turut 2.462, 2.011, 3.444, 3.102 dan 3.786 ha, atau naik rata-rata tiap tahun 16,26%. Jumlah produksi jagung dalam kurun waktu tersebut adalah 9.951, 9.264, 30.146, 23.264 dan 26.160 ton atau mengalami kenaikan rata-rata tiap tahun 52.03%.
Kedelai
Luas areal produksi kedelai dalam kurun waktu tahun 2003-2007 berturut-turut 1.584, 2.142, 2.238, 2.679 dan 2.062 ha, atau naik rata-rata tiap tahun 9,10%. Jumlah produksi kedelai dalam kurun waktu tersebut adalah 2.482, 3.377, 3.157, 3.564 dan 2.890 ton atau mengalami naik rata-rata tiap tahun 5,88%.
Industri pengolahan hasil pertanian
Industri pengolahan hasil pertanian diantaranya industri pengolahan minyak atsiri, kerupuk terung, sari buah, dan sapu ijuk mengalami peningkatan. Industri pengolahan minyak atsiri tahun 2001 berjumlah 6 buah dan meningkat menjadi 10 buah di tahun 2002-2007. Industri pengolahan kerupuk terung tahun 2001 berjumlah 21 buah dan meningkat menjadi 22 buah di tahun 2002-2007. Industri pengolahan sari buah tahun 2001 berjumlah 3 buah dan meningkat menjadi 5 buah di tahun 2002-2007. Industri pengolahan sapu ijuk tahun 2001 berjumlah 32 buah dan meningkat menjadi 45 buah di tahun 2002-2007. Sedangkan industri pengolahan kopi bubuk, lanting, mihun, kecap, tahu, susu tidak mengalami perubahan dalam enam tahun terakhir ini dengan jumlah industri berturut-turut adalah 1, 1, 5, 2, 13, dan 1 buah.
5) Kehutanan
Pelaksanaan pembangunan kehutanan dan perkebunan di Kabupaten Purworejo mempunyai peran dalam menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan hidup, mendukung penyediaan lapangan kerja, penyediaan bahan baku industri dan penyediaan bahan ekspor non migas sehingga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
Hasil hutan negara
Luas hutan produksi dari tahun 2003-2007 mengalami perubahan berturut-turut adalah 984,70; 606,80; 447,40; 430,80; 8.864,94 Ha atau mengalami naik rata-rata tiap tahun 472,36%. Di tahun 2006-2007 mengalami peningkatan mencapai 20 kali lipat dikarenakan salah satunya ada program penanaman sejuta pohon. Penanaman sejuta pohon di areal lahan kritis atau lahan tandus untuk meningkatkan produksi hasil hutan produksi di tahun yang akan datang agar lebih intensif lagi. Hasil hutan (kayu pinus) dalam kurun waktu tersebut adalah 9.361, 6.987, 5.296, 4.063, 3.840 m3 atau turun tiap tahun rata-rata 19,58%.
6) Perikanan laut
Jumlah produksi ikan laut dalam kurun waktu tahun 2003-2007 mengalami perubahan berturut-turut adalah 8,323; 23,002; 15,523; 16.088 dan 40.261 ton atau naik rata-rata tiap tahun 74,44%. Jumlah Kapal Penangkap ikan mengalami peningkatan jumlah dalam kurun waktu tersebut yaitu 18, 40, 63, dan 83 unit. atau naik tiap tahun rata-rata 22,31%. Jumlah Nelayan Laut terus meningkat dalam kurun waktu tersebut yaitu 365, 207, 252, 257 dan 290 orang atau turun tiap tahun rata-rata 1,68% Jumlah tempat Pelelangan Ikan bertambah dari 1 unit di tahun 2001 menjadi 2 unit di tahun 2002 dan meningkat sampai tahun 2007 berturut-turut adalah 3, 3, dan 5 unit atau naik tiap tahun rata-rata 27,5%. Di desa Jatimalang pada tahun 2007 dibangun Balai Pembibitan Ikan 1 unit dan di 2008 Balai Pembibitan Udang.
7) Perikanan darat
Luas tambak terus meningkat dalam kurun waktu 2003-2007 berturut-turut adalah 105, 151, 151, 151 dan 142,25 ha. atau naik tiap tahun rata-rata 9,5%. Jumlah produksi ikan tambak juga ikut bertambah dalam kurun waktu tersebut yaitu 40,48; 174,43; 187,48; 252,83 dan 255,87 ton atau naik tiap tahun rata-rata 93,59%. Peningkatan ini dikarenakan adanya teknologi perikanan yang telah diterapkan dengan baik. Luas kolam terus meningkat dalam kurun waktu 2003-2007 berturut-turut adalah 147.134, 145.405, 147.591, 148.496 dan 148.591 ha atau naik tiap tahun rata-rata 0.25%. Jumlah produksi ikan kolam juga ikut bertambah dalam kurun waktu tersebut yaitu 479,2; 493,3; 478,8; 484,7 dan 508,2 ton atau tiap tahun naik rata-rata 1,52%.
Dari data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Purworejo semakin giat membudidayakan ikan guna memenuhi permintaan pasar juga dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Selain produksi ikan konsumsi, produksi benih ikan juga memiliki andil yang sangat besar dalam rangka keberhasilan perikanan. Upaya yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi benih ikan yaitu dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana pembenihan ikan utamanya pada Balai Benih Ikan (BBI) yang berlokasi di Kecamatan Purworejo. Oleh karena itu, di tahun yang akan datang pengembangan produksi ikan konsumsi dengan produksi benih ikan harusnya berimbang karena produksi benih ikan nilai jualnya lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan produksi ikan konsumsi.
8) Peternakan
Ternak Besar
Jumlah populasi sapi potong dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 12.121, 13.851, 14.130, 13.067 dan 13.170 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 2.39%. Jumlah pemotongan per tahun dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 2.241, 2.356, 2.083, 1.268, dan 2.207 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 7,12%. Jumlah produksi daging per tahun dalam kurun waktu tersebut adalah 464,4; 604,4; 447,9; 1.463,72 dan 336,3 ton atau naik tiap tahun rata-rata 38,5%.
Jumlah populasi sapi perah dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 82, 88, 91, 94 dan 97 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 4,3%. Jumlah produksi susu per tahun dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 149.127, 103.178, 248.242, 55.010 dan 439 liter atau turun tiap tahun rata-rata 16,81%.
Banyaknya Ternak Besar di Kabupaten Purworejo
Tahun 2003-2006
|
Jenis Ternak |
Tahun (dalam ekor) |
||||
|
2003 |
2004 |
2005 |
2006 |
2007 |
|
|
Sapi Perah |
82 |
88 |
91 |
94 |
97 |
|
Sapi Potong |
12.121 |
13.851 |
14.130 |
13.067 |
13.170 |
|
Kerbau |
3.139 |
2.311 |
2.093 |
2.295 |
1.696 |
|
Kuda |
207 |
194 |
165 |
248 |
256 |
Sumber: Purworejo Dalam Angka berbagai tahun terbitan (diolah)
Ternak Kecil
Jumlah populasi kambing dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 104.800, 108.788, 112.776, 93.237 dan 99.421 ekor atau turun tiap tahun rata-rata 0,21%. Jumlah populasi Kambing PE dalam kurun waktu 2003-2007 adalah 50.579, 58.463, 59.649, 60.808 dan 65.983 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 7,02%. Jumlah populasi domba dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 62.220, 63.536, 57.068, 43.974 dan 44.228 ekor atau turun tiap tahun rata-rata 7,61%. Jumlah populasi babi dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 174, 240, 503, 28 dan 137 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 110,59%.
Banyaknya Ternak Kecil di Kabupaten Purworejo
Tahun 2003-2006
|
Jenis Ternak |
Tahun (dalam ekor) |
||||
|
2003 |
2004 |
2005 |
2006 |
2007 |
|
|
Kambing |
104.800 |
108.788 |
112.776 |
93.237 |
99.421 |
|
Kambing PE |
50.579 |
58.463 |
59.649 |
60.808 |
65.983 |
|
Domba |
62.220 |
63.536 |
57.068 |
43.974 |
44.228 |
|
Babi |
174 |
240 |
503 |
28 |
137 |
Sumber: Purworejo Dalam Angka berbagai tahun terbitan (diolah)
Unggas
Jumlah ayam Buras dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 1,226,947; 1.262.629; 1.146.775; 671.821 dan 606.727 ekor atau turun tiap tahun rata-rata 14,34%. Produksi telur ayam buras berturut-turut adalah 12.882.993; 8.436.781; 13.761.294; 5.068.191 dan 1.137.075 butir atau turun tiap tahun rata-rata 28,03%. Produksi daging ayam buras adalah 778.567, 1.369.841, 409.973, 2.070.711 dan 1.131.786 kg atau tiap tahun naik rata-rata 90,85%.
Jumlah populasi ayam petelur dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 4.000, 22.580, 21.000, 24.900 dan 40.967 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 134,73% sedangkan produksi telur ayam petelur adalah 38.556, 169.128, 202.421, 102.829 dan 82.195 kg atau tiap tahun naik rata-rata 72,27%.
Jumlah populasi ayam pedaging dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 121.400, 98.185, 141.100, 105.500 dan 140.659 ekor atau naik tiap tahun rata-rata 8,17%. Produksi daging ayam pedaging adalah 691.070, 705.855, 810.496, 747.981 dan 2.585214 kg atau tiap tahun naik rata-rata 63,72%.
Jumlah populasi itik dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 81.235, 75.729, 98.710, 90.501 dan 75.567 ekor atau turun tiap tahun rata-rata 0,31%. Jumlah produksi itik berupa telur dalam kurun waktu tahun 2003-2007 adalah 9.069.883, 4.961.762, 8.587.786, 2.767.488 dan 1.762.170 butir atau turun tiap tahun rata-rata 19,08%.
Banyaknya Unggas di Kabupaten Purworejo
Tahun 2003-2007
|
Jenis Unggas |
Tahun (dalam ekor) |
||||
|
2003 |
2004 |
2005 |
2006 |
2007 |
|
|
Ayam Buras |
1.226.947 |
1.262.629 |
1.146.775 |
671.821 |
606.727 |
|
Ayam Petelur |
4.000 |
22.500 |
21.000 |
24.900 |
40.967 |
|
Ayam Pedaging |
121.400 |
98.185 |
141.100 |
105.500 |
140.659 |
|
Itik |
81.235 |
75.729 |
98.710 |
90.501 |
75.567 |
|
Burung Puyuh |
72.820 |
217.271 |
42.150 |
92.658 |
42.725 |
|
Itik Manila |
20.129 |
26.955 |
26.025 |
36.071 |
34.928 |
|
Angsa |
3.567 |
9.047 |
9.795 |
2.632 |
2.572 |
Sumber: Purworejo Dalam Angka berbagai tahun terbitan (diolah)
9) Perkebunan
Perkebunan di Kabupaten Purworejo terdiri dari perkebunan cengkeh, kopi, jambu mete, aren, kapok randu, kapulogo, kemukus, tebu, temulawak, kencur, kunyit, jahe, tembakau, kakao, lada, nilam, mlinjo, vanili. Jumlah areal perkebunan, jumlah produksi dan jumlah konsumsi dalam kurun waktu tahun 2003-2007 di Kabupaten Purworejo secara umum ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Luas areal perkebunan, jumlah produksi dan jumlah konsumsi yang mengalami kenaikan hanya tembakau. Sedangkan luas areal perkebunan, jumlah produksi dan jumlah konsumsi yang mengalami penurunan adalah kopi, kakao, lada, vanili, dan tebu. Industri pengolahan hasil perkebunan di Kabupaten Purworejo terdiri dari hammermill kopi, mesin luwak, mesin bubuk kopi, alat pengolah gula kelapa, alat pengolah minyak kelapa, alat pengolah emping mlinjo, alat suling daun cengkeh, dan alat suling minyak nilam.







