Indek Pembangunan Manusia (IPM)
Salah satu ukuran kualitas yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana kualitas pembangunan manusia yang telah berhasil dicapai adalah dengan Human Development Index (HDI) atau Indek Pembangunan Manusia (IPM). Untuk beberapa tahun terakhir capaian IPM Kabupaten Purworejo cukup positif artinya ada perkembangan ke tataran lebih baik.
Gambar Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Purworejo dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 1996-2005

Sumber: Indek Pembangunan Manusia, BPS, 2005
IPM Kabupaten Purworejo dari tahun 1996-2005 cenderung meningkat yaitu berturut-turut 67,80; 65,30; 68,40; dan 69,10. Jika dibandingkan dengan provinsi maka IPM Kabupaten Purworejo berada di atas IPM Provinsi Jawa Tengah keculai untuk tahun 2005. Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2005 mencapai nilai IPM 69,80 atau 0,70 lebih tinggi dari IPM Kabuapten Purworejo. Namun demikian jika dibandingkan dengan 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, maka Kabupaten Purworejo memiliki peringkat yang relative bagus yaitu dari tahun 1996-2005 berturut-turut rangking 10, 12, 10 dan 20.
Komponen pembentuk indikator IPM ada 4 yaitu: Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Lama Sekolah serta Pengeluaran per Kapita. Angka harapan hidup adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas (kematian) menurut umur. Angka ini adalah angka pendekatan yang menunjukan kemampuan untuk bertahan hidup lebih lama. Standar UNDP besarnya adalah 25 < x > 85 (minimal 25 tahun dan maksimal 85 tahun). Pada tahun 1996 angka harapan hidup di Kabupaten Purworejo adalah 64,10 tahun meningkat menjadi 68,90 tahun di tahun 2005.
Angka melek huruf adalah proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin ata lainnya. Standar UNDP minimal 0% dan maksimal 100%. Pada tahun 1996 angka melek huruf di Kabupaten Purworejo mencapai 86,20% meningkat menjadi 86,90% di tahun 2005.
Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki. Standar UNDP adalah minimal 0 tahun dan maksimal 15 tahun. Pada tahun 1996 rata-rata lama sekolah di Kabupaten Purworejo adalah 6,10 tahun meningkat menjadi 7 tahun di tahun 2005.
Pengeluaran perkapita, PDRB riil perkapita yang telah disesuaikan untuk menggambarkan daya beli masyarakat. Standar UNDP maksimal Rp. 737.720,- yang merupakan proyeksi dari daya beli tertinggi yang dicapai Jakarta pada tahun 2018 dengan asumsi tingkat pertumbuhan daya beli sebesar 6,5% per tahun selama periode 1993-2018. Untuk Kabpaten Purworejo pengeluaran riil perkapita meningkat dari Rp. 590.900,- di tahun 1996 menjadi Rp. 623.000,- di tahun 2005.
Berikut gambaran mengenai IPM di Kabupaten Purworejo dimana untuk angka harapan hidup dan pengeluaran perkapita mengalami peningkatan sedangkan untuk lama sekolah dan melek huruf mengalami penurunan.








