Get Adobe Flash player
Sabtu, 02 Juli 2016
Dokumen dan Kegiatan
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini16
mod_vvisit_counterkemarin46
mod_vvisit_counterminggu ini256
mod_vvisit_counterbulan ini62

Sebagian besar Penduduk Purworejo berusia antara 15–64 Tahun. Hal ini berarti penduduk usia produktif di Purworejo sangat potensial sebagai modal dasar yang besar untuk pembangunan. Rasio beban ketergantungan di Purworejo dari tahun 2003-2007 berturut-turut adalah 55.78, 54.53, 52.92, 51.97, 50,75. Pada tahun 2007 besarnya adalah 50,75 artinya 100 penduduk usia produktif (15-64) rata-rata menanggung beban 50,75 penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 keatas). Secara rata-rata dapat dinyatakan bahwa angka ketergantungan dari tahun 2003 sampai dengan 2007 menurun sebesar 1,26.

Perkembangan Besarnya Rasio Beban Ketergantungan

Kelompok Umur

Tahun

2004

2005

2006

2007

2008

2009

0 sampai dengan 14

193.494

183.395

172.970

163.074

155.923

148.371

15 sampai dengan 64

500.092

503.627

510.947

515.750

518.962

525.093

65 keatas

79.249

83.159

92.576

98.688

105.509

109.198

Rasio Beban Ketergantungan (%)

54,53

52,92

51,97

50,75

50,38

49,05

Sumber: Purworejo Dalam Angka berbagai tahun terbitan (diolah)

Angka Beban Ketergantungan jika dilihat dari persebaran per kecamatan maka Kecamatan Kaligesing dan Kecamatan Purworejo merupakan daerah yang angka beban ketergantungannya paling rendah yaitu pada angka 45. Hal ini dimungkinkan karena Kecamatan Purworejo masuk kategori kota dimana lapangan pekerjaan tersedia relatif cukup banyak menyerap tenaga kerja. Adapun untuk Kecamatan kaligesing dimungkinkan banyak penduduk yang merantau setelah lulus sekolah tinkat SLTP maupun SMU. Sedangka angka beban ketergantungan kategori tinggi berada di Kecamatan Bagelen, Kecamatan Butuh, Kecamatan Pituruh, Kecamatan Ngombol, Kecamatan Grabag, Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Banyuurip.

 

 

Beban angka ketergantungan di tiap kecamatan tersebut di atas sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk usia produktif dan non produktif. Dari data tahun 2007 didapatkan bahwa Kecamatan Purworejo memiliki jumlah penduduk produktif yang paling banyak, sedangkan Kecamatan Bagelen yang paling sedikit.

No.

Kecamatan

Produktif

Non Produktif

ABK

1

Grabag

34.340

17.841

51,95

2

Ngombol

24.267

13.072

53,87

3

Purwodadi

27.609

14.094

51,05

4

Bagelen

23.160

13.003

56,14

5

Kaligesing

24.795

11.174

45,07

6

Purworejo

62.605

27.913

44,59

7

Banyuurip

27.162

14.360

52,87

8

Bayan

31.848

15.911

49,96

9

Kutoarjo

44.191

20.020

45,30

10

Butuh

29.817

15.989

53,62

11

Pituruh

35.735

18.201

50,93

12

Kemiri

38.428

17.507

45,56

13

Bruno

30.424

14.185

46,62

14

Gebang

28.213

13.855

49,11

15

Loano

25.039

11.651

46,53

16

Bener

37.460

18.793

50,17

Jumlah

525.093

257.569

49,05

 

Sumber: Purworejo Dalam Angka 2009