Get Adobe Flash player
Sabtu, 01 Oktober 2016
Dokumen dan Kegiatan
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini1
mod_vvisit_counterkemarin38
mod_vvisit_counterminggu ini370
mod_vvisit_counterbulan ini39

1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Bappeda Kabupaten Purworejo

Tujuan :

1) Meningkatkan kapasitas perencanaan pembangunan daerah (aparatur dan kelembagaan) dalam rangka pelayanan publik yang prima.

2) Meningkatkan pengelolaan data dan informasi serta mengakomodasi hasil evaluasi, hasil kajian tata ruang dan berbagai penelitian sebagai input utama perencanaan pembangunan daerah yang pro-investasi dan berwawasan lingkungan sehingga meningkatkan daya saing daerah dan dapat menarik investasi yang berkonstribusi untuk pendapatan daerah.

 

Sasaran :

1) Meningkatnya kualitas manajemen perencanaan pembangunan meliputi perencanaan pembangunan pada tingkat makro maupun mikro serta pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan daerah.

2) Meningkatnya ketersediaan data statistik sesuai dengan kebutuhan perencanaan pembangunan daerah

3) Meningkatnya kualitas penataan ruang.

4) Meningkatnya nilai investasi pembangunan daerah

dengan Indikator :

1) Rasio rencana pembangunan yang terealisir

2) Rasio perencana dengan kompetensi standar

3) Prosentase effisiensi kinerja SKPD

4) Prosentase efektivitas kinerja SKPD

5) Tersusunnya bahan perencanaan bidang ekonomi, pemerintahan sosial budaya, statistik penelitian pengembangan pengendalian dan prasarana pengembangan wilayah

6) Prosentase ketersediaan data statistik sesuai dengan kebutuhan pembangunan

7) Terfasilitasinya hasil-hasil penelitian masyarakat

8) Jumlah perencanaan tentang penataan ruang yang disusun

9) Tingkat koordinasi penataan ruang dalam rangka kesesuaian lahan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah

10) Prosentase koordinasi perencanaan penanaman modal

 

2. Strategi

Berdasarkan hasil penelahaan gambaran pelayanan dan isu-isu strategis, maka analisis lingkungan strategis baik internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) selanjutnya digunakan untuk penentuan strategi ke dalam pola analisis SWOT sebagai berikut:

Kekuatan (Strengths)

1. Kuantitas SDM pegawai memadai

2. Pembagian tugas jelas sesuai tupoksi

3. Fungsi Bappeda sangat strategis dalam perencanaan pembangunan daerah

Kelemahan (Weaknesses)

1. Belum optimalnya kualitas SDM

2. Manajemen data dan informasi masih belum optimal

3. Belum optimalnya dukungan sarana dan prasarana kantor

4. Belum berfungsi optimalnya koordinasi Bappeda dan SKPD

Peluang (Opportunities)

1. Adanya regulasi yang mengatur peran Bappeda di daerah

2. Komitmen Bupati untuk memperkuat good governance dalam bidang perencanaan

3. Adanya perda tentang perencanaan pembangunan daerah (RPJPD, RPJMD, SPPD, dan RTRW)

Ancaman (Threats)

1. Partisipasi dan dukungan masyarakat terdapat perencanaan belum optimal

2. Program antar SKPD belum mencerminkan keterpaduan

3. SKPD masih kurang memahami tentang tata laksana perencanaan

4. Intervensi politis terhadap perencanaan pembangunan masih sangat kuat.

 

Berdasarkan hasil analisa lingkungan yang telah dilakukan, berikut ini adalah pilihan-pilihan strategis yang dapat diambil guna menentukan kebijakankebijakan sebagai bentuk anatisipasi masa yang akan datang serta untuk perbaikan kondisi saat ini. Pilihan-pilihan strategis di bawah ini adalah hasil analisa SWOT yang dilakukan berdasarkan analisa lingkungan baik internal maupun eksternal organisasi Bappeda. Penggunaan strategi di bawah ini lebih bergantung dari cara pandang unit kerja dan unit organisasi dalam memandang setiap permasalahan yang dihadapi. Ada beberapa pilihan strategi yang dapat digunakan untuk waktu dan kesempatan yang berbeda. Pilihan-pilihan strategi tersebut antara lain Strategi SO, WO, ST, dan WT sebagai berikut ini :

a) Strategi SO, yaitu menggunakan kekuatan untuk mendapatkan peluang.

1. Mengoptimalkan fungsi Bappeda yang sangat strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah.

b) Strategi WO, yaitu mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang.

1. Memanfaatkan regulasi yang mengatur peran Bappeda di daerah untuk mengoptimalkan koordinasi Bappeda dan SKPD

2. Mendukung komitmen Bupati untuk memperkuat good governance dalam bidang perencanaan untuk meningkatkan kualitas SDM, Manajemen data dan informasi, serta dukungan sarana dan prasarana kantor.

c) Strategi ST, yaitu menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman.

1. Mengoptimalkan fungsi Bappeda yang sangat strategis untuk menghadapi intervensi politis, menyelelaraskan keterpaduan program antar SKPD, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan..

d) Strategi WT, yaitu meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.

1. Melibatkan pihak ketiga dalam rangka meningkatkan kualitas SDM dan mengurangi intervensi politik,

2. Membuka peluang advokasi dari lembaga/instansi donor untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah.

 

Berdasarkan analisa SWOT, Bappeda berada di posisi strategi pilihan yang dijalankan sebagai berikut:

“Mengoptimalkan fungsi Bappeda yang sangat strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah”


3. Kebijakan

1) Meningkatkan ketersediaan jasa dan barang untuk pelayanan administrasi kantor yang berkualitas dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TUPOKSI

2) Meningkatkan kondisi dan ketersedian prasarana dan sarana kantor yang memadai untuk pelayanan kantor yang berkualitas dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TUPOKSI.

3) Melaksanakan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan aparatur untuk meningkatkan kapasitas SDM Aparatur.

4) Meningkatkan kualitas dokumen perencanaan dan evaluasi pelaporan baik fisik maupun keuangan dalam pengembangan pelaporan capaian kinerja dan keuangan.

5) Meningkatkan kualitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi program/kegiatan pembangunan serta evaluasi terhadap dokumen pelaksanaan rencana pembangunan baik jangka pendek (RKPD), jangka menengah (RPJMD) dan jangka panjang (RPJPD), sehingga dapat menjadi feedback bagi perencanaan pembangunan daerah selanjutnya.

6) Meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan perencanaan melalui pembinaan, pendidikan, pelatihan dan sosialisasi tentang perencanaan pembangunan serta menyusun dan mengimplementasikan SOP Perencanaan pembangunan daerah.

7) Meningkatkan kualitas koordinasi perencanaan, rencana aksi daerah, dokumen perencanaan pembangunan daerah

8) Meningkatkan kualitas koordinasi perencanaan , dokumen perencanaan dan penyiapan bahan perencanaan, dokumen bidang ekonomi, pemerintahan sosial budaya, statistik penelitian pengembangan pengendalian dan prasarana pengembangan wilayah.

9) Meningkatkan koordinasi dan ketersedian dokumen perencanaan Pengembangan Wilayah Perbatasan, Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, pembangunan daerah rawan bencana, dan kajian peluang kerjasama Pembangunan antar wilayah dan antar daerah.

10) Meningkatkan penyelenggaraan pengembangan statistik (kerjasama, dukungan penyelenggaraan statistik dasar, Koordinasi Statistik Antar Sektoral, dan Jejaring Statistik Khusus) dengan lembaga/instansi statistik dalam Pengembangan data/informasi/statistik daerah.

11) Mengoptimalkan peran profil daerah dan data base perencanaan bidang ekonomi, pemerintahan sosial budaya, statistik penelitian pengembangan pengendalian dan prasarana pengembangan wilayah dalam pengembangan data/informasi perencanaan pembangunan daerah.

12) Meningkatkan kajian penelitian, mengembangkan jaringan penelitian dan mengakomodasi hasil-hasil penelitian masyarakat sebagai bahan masukan bagi perencanaan pembangunan daerah

13) Meningkatkan kualitas dan kuantitas kajian detil tata ruang, serta sosialisasi dan forum koordinasi dalam perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang daerah.

14) Meningkatkan koordinasi perencanaan penanaman modal untuk mendukung promosi dan kerjasama investasi

 

Adapun Program (Urusan) pada Bappeda Kabupaten Purworejo sebagai berikut :

1. Program Urusan Penataan Ruang

a. Program Perencanaan Tata Ruang

b. Program Pemanfaatan Ruang

c. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

2. Program Urusan Perencanaan Pembangunan

a. Program Pengembangan Data/Informasi Perencanaan

b. Program Kerjasama Pembangunan

c. Program Pengembangan Wilayah Perbatasan

d. Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

e. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah

f. Program Perencanaan Pembangunan Daerah

g. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi

h. Program Perencanaan Sosial Budaya

i. Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam

j. Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana

k. Program Penelitian dan Pengembangan

l. Program Monitoring, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

3. Program Urusan Penanaman Modal

a. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi

4. Program Urusan Statistik

a. Program Pengembangan data/informasi/statistik daerah

 

Disamping Program-Program Urusan tersebut, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Bappeda Kabupaten Purworejo dalam rangka pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Purworejo maka ada 4 (empat) program non urusan pendukung pelaksanaan kinerja aparatur Pemerintah Daerah yaitu:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan sarana dan Prasarana aparatur

3. Program Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur

4. Peningkatan Pengembangan Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan